Tapi pernah memikirkan untuk tersenyum “KEPADA DIRI SENDIRI“?
Mungkin inilah yang saya alami beberapa hari belakangan ini, banyak hal bahagia yang ingin membuat bibir ini tidak henti-hentinya menertawakan diri sendiri.
Belajar menghargai diri sendiri!
Itulah tepatnya yang saya lakukan belakangan ini, karena saya sadar betul saya tidak Pintar, tidak Tampan, tidak Kaya, tidak Dominan…jika bukan saya sendiri yang tersenyum kepada saya, siapa lagi?[tidak bingung bacanya kan???]
Berkaca pada diri sendiri untuk mendapatkan hasil yang memang benar-benar valid untuk mengkoreksi diri amat sangat susah [*maklum orang narsis], maka dibutuhkan orang lainlah sebagai “TIM Penilai” yang dapat memberikan sebuah penilaian yang memang kurang lebih ada benarnya.
Niat dan tekad dikumpulkan untuk mempraktekkan teori tadi, akhirnya dimulailah percakapan yang akan disesali semua orang jika mempraktekkan ini:
Pemuda Baik Hati : “Hai Mas!!!“
Tersangka Utama : “Hai juga, eh… lo ngapain bawa-bawa monyet?“
Pemuda Baik Hati : “Siapa yang bawa monyet, gw lagi bawa kambing mas!“
Tersangka Utama : “Gw kagak nanya lo…, yang gw tanya kambing lo!“
Pemuda Baik Hati : “?#@$@#$…”

*sumpah, yg ini bukan gambar monyet…


ehemm…
yang kata “dominan” me-link pada blog sayah. Eheu.. emang sayah (ketahuan) dominan yah?
*nyengir gatau diri*
@nonadita
heuhehehe…
klo ga dibilang dominan artinya saya ini akan melakukan pembohongan public…
*ngacir*
gw dibilang tampan,
menyebarkan informasi menyesatkan neh..
wakakakaka…
@arhamkendari
hihi
maap bang kayanya saya khilaf…he.