Beranda > Personality > Hobby Tak Tersalurkan

Hobby Tak Tersalurkan

Salah satu hobby saya adalah bermain musik (selain ngeblog tentunya, eh…tapi ngeblog hobby bukan yach?), yang memang saya sudah geluti sekitar 6 tahun lalu.
Rada telat memang untuk memulai bermain musik pada umur-umur tersebut, namun tentu tak ada kata terlambat untuk belajar bukan???

Sebenarnya jika orang bilang “faktor keluargalah (baca: ortu) yang membuat si-anak akan menjadi apa kelak?” adalah sebuah ungkapan yang kurang lebih ada benarnya! Saya pribadi terlahir dilingkungan orangtua yang tidak punya keahlian didalam memainkan alat-alat musik, mereka hanyalah orang-orang yang senang mendengarkan musik (dibuktikan mereka hafal lagu nina bobo dan cicak-cicak didinding..hehhe), namun berkat support dari mereka-lah akhirnya saya bisa memainkan salah satu alat musik sebagai mainan saya sehari-harinya.


*Oh Gitarku…Oh kekasihku…😛

Kemarin saya melihat ditayangan salah satu stasiun televisi lokal yang acaranya membahas tema tentang anak-anak berbakat dibidang musik yang bintang tamunya mendatangkan seorang violis kecil Clarisa Tamara dan seorang drummer yang juga masih kecil (perempuan pula…) yang sekarang menjadi additional-nya group band D.O.T Jeane Phialsa atau panggilan kecilnya “alsa”. Melihat mereka saya merasa sedikit iri, karena walaupun mereka masih kecil namun keahliannya dibidang yang mereka geluti sangatlah tidak diragukan lagi…bahkan Clarisa Tamara sudah mengeluarkan sebuah album solo!!! Wow, it’s so amazing…
Selain mereka berdua juga ada beberapa pemusik cilik lainnya seperti Pradipta, dan juga Rafi

Nah, sekarang waktunya berandai-andai…
Jika saya belajar musik pada umur sama seperti mereka, apa saya juga bisa seperti mereka?
Atau benarkah yang namanya bakat bukan terpaut kepada umur?
Bagaimana kalau menurut anda?

Kategori:Personality Tag:
  1. April 7, 2008 pukul 11:17 pm

    anak band…

  2. April 11, 2008 pukul 5:34 pm

    Terus terang tulisan kamu ini, mirip dengan pengalaman pribadi saya (dalam hal ini anak saya) yang belajar bermain gitar secara otodidak, tanpa guru, hanya saya sendiri yang bertindak sebagai gurunya (padahal asli saya cuma bisa menguasai piano, gitar bukan bidang saya), namun karena didikan saya begitu kejam (hehehe), ditambah memang itu adalah keinginannya, maka hanya dalam waktu beberapa hari anak saya bisa sukses bermain gitar (sampai melepuh jari-jari tangannya)….memang benar, yang penting niat dan usaha, plus doa….ngga ada sesuatu yang mustahil jika kita sudah melakukan ketiga hal tersebut diatas…

    cheers…

  3. gRy
    April 11, 2008 pukul 6:27 pm

    @flo ward

    wah ternyata mba’flo adalah sosok ibu yang mendukung bakat anaknya juga yach (sampe di didik begitu kejamnya, hehehe)
    mau kenalan donk mba dengan anaknya…
    sepertinya kita bisa sharing-sharing ilmu niy klo begini🙂
    horay

  4. yeyen
    April 11, 2008 pukul 6:52 pm

    kenapa ga gabung dalam “the killer of T…..” aja ? hehe…
    tapi bikin sendiri aja deh yang lebih keren..bareng sama timnya :p

  5. yeyen
    April 11, 2008 pukul 6:54 pm

    bagaimana klo ngajar gitar aja?? kan lumayan bisa dapat $ hehe..🙂

  6. gRy
    April 11, 2008 pukul 7:50 pm

    @yeyen

    siipp, nanti di pikirin dech mo gabung sama siapa!
    kayanya klo maen gitar susah untuk dapet $, klo dapet cw siy gampang…hehehe
    secara udah terlanjur keren🙂

  7. robridavis
    Juni 3, 2015 pukul 9:38 pm

    sma dengan keadaan saya yg baru menikah… serasa tidak bisa menyalurkan hoby..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: