Beranda > Indonesia, Personality > Hanya Satu Yang Tersisa

Hanya Satu Yang Tersisa

Sebuah gambar yang kebetulan dapat dari iseng-iseng ketika berjalan-jalan bersama MissCiHuy yang juga di ‘jepret’ menggunakan kamera dia, saya simpan karena cukup menyimpan makna menurut saya pribadi.


*hayo ini mukanya siapa?

Jujur…tadinya saya tidak mengerti apa sebenarnya makna dari tulisan:

HARTA, KEDUDUKAN, PASANGAN HIDUP, ANAK CUCU. HANYA SATU YANG TERSISA!!!

karena saya asal ambil gambar saja waktu itu (karena gambarnya keren menurut saya), saya tidak punya pengalaman banyak soal jeprat-jepret pantat kendaraan seperti ini, tidak seperti pesanlewat yang memang spesialisasikan blognya untuk memarkir gambar-gambar dari berbagai jenis kendaraan.


*click pada gambar untuk melihat lebih besar

Setelah lama berfikir, saya masih agak bingung untuk mengartikan kata-kata tersebut secara tersirat, sampai akhirnya saya nekat juga mengartikan sebisa saya (ini juga kalau saya tidak salah mengartikan), saya mengartikannya sebagai berikut:

“SEMUA TIDAK AKAN MENEMANI KITA SELAMANYA (HARTA, KEDUDUKAN, PASANGAN HIDUP, ANAK CUCU), YANG TERSISA SAMPAI KITA TUA HANYALAH DIRI KITA SENDIRI.”

Dooh, pusing juga…
Bagaimana menurut anda, ada yang tertarik untuk ikut mengartikan kalimat diatas?

  1. April 24, 2008 pukul 2:39 am

    Setujuuuuuuuu…memang artinya begitu…karena sesuai dengan apa yang saya temui sehari-hari diholland, banyak sekali para manula yang dimasa tuanya justru berada dirumah jompo, walaupun beliau orang berada dan masih memiliki keturunan…itulah bedanya orang timur (baca = orang INDONESIA) dengan orang barat (dalam hal ini holland), dimana bagi kita yang orang timur, masih ada rasa tanggung jawab untuk merawat orang tua atau kakek nenek kita sampai akhir hayatnya…beda dengan orang barat yang lebih rela orang tuanya ditaruh dipanti jompo, dengan alasan lebih terjamin perawatannya dan karena sudah dari muda menabung untuk biaya masa tuanya dipanti jompo tersebut…padahal mereka tidak menyadari betapa kecewanya para manula tersebut, yang kadang hanya sebulan sekali dapat bertemu dengan keluarganya…ini karena saya pernah bekerja disalah satu tempat perawatan manula dikota saya, dan sering berdialog dengan mereka-mereka tersebut…kasian bener loh…

  2. gRy
    April 24, 2008 pukul 8:41 am

    @flo ward

    oh begitu ya mba?
    untung saya tidak tinggal di Belanda ya…jadi tidak usah masuk panti jompo, hehe

  3. Alam
    Mei 7, 2010 pukul 5:17 pm

    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    abcdefghijklmnopqrstufwxyz
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    huruf tu bsa menjdi sebuah arti yang bsar dalm sbuah kta-kata,
    bgtupun sbalik’y,,,,,
    tu smwa tergantung bgai mana kita menyusun’y,,,,,,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: