Beranda > Indonesia, Lingkungan Hidup > Berkendara Dengan Baik

Berkendara Dengan Baik

Well, tingkat mobilitas yang tinggi membuat seseorang lebih memilih naik kendaraan sendiri ketimbang naik kendaraan umum pada saat sekarang ini. Namun tentu dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada dari penggunaan kendaraan pribadi tersebut. Saya pribadi setia dengan kendaraan pribadi saya sehari-hari [baca:motor] dikarenakan memang saya tidak ingin berlama-lama dijalan, dan juga tidak tahan dengan kemacetan yang serasa sudah menjadi rutinitas juga di Jakarta.

Namun dikarenakan pengendara motor di Jakarta ini bukan hanya saya [ya iyalah], jadi intinya sekarang tetap sama saja, pada jam-jam tertentu tetap saja sama dengan pengendara mobil, terkena macet juga dan terlebih lagi sangat ‘berasa’ dampak dari asap kendaraan bermotor yang tidak jarang membuat saya merasa ingin muntah jika tetap berada dikemacetan yang sangat parah [bahkan sampai berjam-jam], jika sudah seperti itu saya lebih memilih menepi dan cari warung terdekat untuk berhenti atau sekedar menghirup udara segar walaupun hanya sedikit.

Ketika terkena macet yang SANGAT PARAH, mau tidak mau salah satu cara untuk menghindari kemacetan namun agar tetap harus sampai ditempat tujuan tepat waktu adalah dengan mencari jalan alternatif [baca:jalan tikus], yang tidak jarang jalan yang dilewati tersebut berupa jalan setapak atau hanya sebatas jalan yang dapat dilewati oleh 1 motor saja, yang sudah tentu melewati perumahan warga yang tidak jarang warga merasa terganggu dengan ‘mondar-mandirnya’ berbagai kendaraan bermotor yang lewat tersebut. Tadinya saya adalah orang yang ‘cuek’ ketika melewati perumahan-perumahan penduduk yang jalanan rumahnya terpaksa dijadikan jalan lain bagi pengendara motor yang tidak ingin terjebak dalam kemacetan, namun setelah sengaja blogwalking melihat tips-tips dari safetyfirst.blogdrive.com yang berisi berbagai tips berkendara dengan baik dan aman [baca:safety riding] saya jadi tidak enak hati sendiri😛 setelah melihat tips “etika berkendara dijalan sempit” yang isinya seperti ini:

  1. ‘MUSUH’ UTAMA: ANAK-ANAK DAN PEMUDA
    Ingat lagu berjudul Gang Kelinci? Itulah gambaran ramainya anak-anak di pemukiman padat. Mereka belum bisa antisipasi bahaya, dan manuvernya tak bisa diprediksikan. Untuk itu, bikers mesti ekstra waspada.
    “Disarankan matikan mesin atau lebih baik turun dari motor. Itu menghindari risiko menabrak dan membuat warga marah besar,” jelas Anggono Iriawan, Chief Instruktur Safety Riding, PT Astra Honda Motor. Tak cuma anak-anak, banyaknya tongkrongan anak muda juga memicu masalah jika tersenggol! Di salah satu kampung di Bandung, tertulis papan gede di gang: “Hati-Hati, Banyak Anak Muda.” Hiii serem!
  2. SENYUM DONG!
    Ini penting banget! Di gang sempit, helm full-face disarankan dibuka. Kontak mata dan ekspresi wajah pengendara sangat menentukan. Tetap senyum dan berkomunikasi jadi andalan. Mereka akan nyaman jika rider bilang permisi sambil senyum. Kalau pakai helm dan lewat begitu saja, warga bisa mangkel dan potensi menyulut masalah.
  3. TERGANTUNG DAERAH
    Di Bandung, Jakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Barat-Banten, kebanyakan masyarakat lebih fleksibel soal etika pengendara motor masuk gang. Masyarakat nggak peduli apa kita turun atau matikan mesin. Beda daerah, di Surabaya, Jawa Timur dan beberapa wilayah di Jogja, mesin motor mesti mati. Itu jelas ada papan pengumuman pas di gang masuk.
  4. PERHATIKAN KONDISI MOTOR
    Introspeksi diri dan motor sangat penting. Motor gede dan yang ogah langsam hindari masuk gang sempit. Memaksa masuk, kemungkinan menyenggol bakal besar. Motor nggak langsam membuat pengendara terus memainkan gas. Suara mesin berisik. Jelas menganggu kenyamanan PS alias pemuda setempat.


Langsung saya merasa tidak enak hati yang lebih sering mengabaikan ‘etika’ tersebut, terlebih lagi dengan suara motor saya yang tidak beda dengan ‘kaleng rombeng’…
Mudah-mudahan ada yang membaca artikel ini dan bersama saya nantinya akan lebih mementingkan etika daripada ego pribadi ketika berkendara.

Go Safety Riding……

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: