Beranda > Personality > Oh sendal, kau dengan sukses menyiksaku

Oh sendal, kau dengan sukses menyiksaku

Dua hari belakangan ini saya kurang enak badan, faktornya banyak, salah satunya karena kurangnya waktu istirahat *tidur* dan terlalu lelah saya rasa dan salah satu penyebabnya lagi karena saya jarang mengkonsumsi berbagai suplemen vitamin sehingga kondisi stamina saya drop untuk beberapa saat.

Walaupun saya sedang tidak fit namun saya tetap memaksakan untuk tetap melakukan berbagai aktifitas layaknya ketika saya sedang sehat. Memang tidak terlalu aktif, tapi saya berencana untuk melakukan semua rutinitas saya tanpa kurang satu kegiatanpun.

Ide ini dimulai ketika saya akan keluar rumah dan menemukan sendal (yup sendal! karena saya lebih suka menggunakan sendal daripada sepatu, kecuali untuk menghadiri kegiatan formil) yang biasa saya gunakan sehari-hari tidak ada, sedangkan saya harus cepat berangkat karena pagi itu saya melihat cuacanya sedang tidak bersahabat *mendung*.

Karena dicari kesana kemari tidak juga menemukan sendal saya, akhirnya saya melihat sendal yang mencolok ditumpukan sepatu-sepatu yang jarang dipakai. Sendal ini dari plastik mempunyai tekstur dibagian pijakan alasnya, sehingga akan terasa seperti berjalan dibebatuan kerikil kecil-kecil jika kita memakainya.


Sendal Penyiksa

Saya berfikir sejenak “mungkin dengan menggunakan sendal ini, setidaknya bisa jadi therapy bagi kondisi saya yang sedang tidak fit ini? “.
Berangkatlah saya dengan pede-nya memakai sendal tadi dan niat saya akan BANYAK JALAN hari ini, karena siapa tau dengan banyak jalan menggunakan sendal tadi saya bisa kembali sehat.

Setelah seharian saya berjalan kemana-mana menggunakan sendal ini, khasiat yang didapat adalah:

  • Telapak kaki mati rasa
  • Kaki pada lecet (karena ukuran sendalnya lebih kecil daripada ukuran kaki saya)
  • Jalan pincang-pincang (lebih sakit dikaki sebelah kanan, entah kenapa)

    dan…

  • Kondisi saya tetap tidak kembali fit, malah sakit saya bertambah dibagian kaki (dua hari belum hilang sakit dibagian telapak kaki saya)

Doh, kenapa mesti dibeli juga sendal penyiksa seperti ini?
*kapok pake sendal ini lagi*

Kategori:Personality
  1. April 25, 2009 pukul 11:28 pm

    wkakakakakakkak…
    q paling ga mau pake sandal geto..
    ga enak jalannya..
    jadi gak kebayang kamu seharian pake sandal geto…
    (dod)
    wkakakakakakka,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: