Beranda > Buku, Indonesia, Recommended > Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (Movie Review)

Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (Movie Review)

Raditya Dika dengan sukses LAGI mengangkat blognya, sekarang kedalam sebuah film, telah sukses juga sebelumnya lewat buku-buku best seller dan komiknya…HEBAT.

Film “Kambing Jantan: sebuah catatan harian pelajar bodoh” ini bercerita ttg keseharian Dika, kekonyolannya, dan juga tidak lepas dari kisah asmaranya dengan kebo (julukan dika kepada pacarnya karena pacarnya memanggil dika dengan sebutan kambing).

Scene demi scene film ini terasa natural, baik dari actingnya, alur ceritanya, unsur komedi-komedinya dapetlah pokoknya.Namun entah kenapa, alur komedinya terasa lambat untuk ukuran sebuah genre film drama komedi.

Film yang memang diangkat dari kisah nyata Dika sendiri ini diawali dengan memperkenalkan apa itu blog, tepat menurut saya versi Dika menjelaskan blog itu apa dan bagian terpenting dari film ini. Percaya atau tidak, banyak orang setelah menonton film ini termotivasi untuk membuat blog sendiri (thanks for your influenze). Alur ceritanya menggunakan alur cerita mundur, jadi ada Dika kecil bermain difilm ini (dan menurut feeling saya Dika kecil difilm ini lebih “oke” dari Dika sebenarnya, hahaha maaf dika…but it’s true) dan menceritakan kehidupan Dika beserta keluarganya, masa SMA-nya, teman-temannya, sampai Dika harus pergi meninggalkan keluarga dan sahabat-sahabatnya maupun pacarnya si-Kebo untuk belajar di salah satu Universitas Adelaide itu.

Cerita film ini lebih banyak dramanya bila dibandingkan humornya, dramanya romantis antara Dika dengan kebo. Walaupun humor difilm ini sedikit namun cukup “kena” dan jenis humor yg ditampilkan simple dan tidak terlalu dibuat-buat (mengingat dika ini bukan komedian asli, tapi hanya penulis cerita komedi)
konfliknya difilm ini antara Dika dengan si-Kebo yg merasa susahnya menjalin hubungan percintaan jarak jauh, sampai Dika nekat utk menjalin hubungan lagi dengan wanita lain yg  pernah dikirimi surat cinta sewaktu SD dulu dan akhirnya ketahuanlah hubungan yg disembunyikan dika tersebut.

Setting film ini di Indonesia dan Australia, scene di Ausie lebih banyak humornya, terutama dengan teman kuliah Dika disana yg asalnya dari kediri “Hariyanto” namanya  (yang diperankan oleh Edric “extravaganza”).  Lucu dan menghibur semua adegan bersama Hariyanto, sampai the best scene pilihan sayapun ada pada saat Dika akan pulang ke Jakarta dan Hariyanto yg niatnya hanya meminta beras ke apartement Dika malah ikut masuk kedalam taksi dan tanpa sadar ikut Dika sampai ke Airport.

Pemain-pemain difilm ini sudah berhasil menurut saya untuk menginterpretasikan karakter masing-masing individu, namun yg tadinya saya kira adik-adik Dika (Anggi,Ingga,Yudith & Edgar) akan mendapatkan peran lebih, ternyata tidak (terlebih lagi bahkan tidak diperkenalkan nama dari adik-adik dika, entah memang disengaja atau tidak?). Sangat sayang sekali, terutama Edgar yg harusnya bisa diexplorer lagi aktingnya (karena dibuku saya banyak tertawa oleh tingkah Edgar) ternyata hanya akting mencret dicelana dan memerkan “si-tatang” pada saat di Airport.

Music scoringnya bagus-bagus (bukan berarti karena Yoyo Padi yg buat lho…) sangat mengisi dan memperkuat setiap adegan-adegannya.
Sebuah film cerdas dan tontonan alternatif bagi yg bosan dengan tontonan tentang setan, pocong, kuntilanak, gondoruwo dsb. Jika saya harus memberikan rating untuk film ini, maka sayapun tidak segan-segan untuk memberikan dari 5 bintang yg disediakan.

Rekomended for watching.
Selamat untuk Raditya Dika atas filmnya, dan selamat menonton bagi yg belum menonton maupun yg sudah menonton tapi kepingin nonton lagi (seperti saya, hehehe…)

bravo perfilman 1ndonesia.


klik gambarnya tuk liat lebih gede posternya


Technorati Tags: , , ,

  1. Maret 7, 2009 pukul 11:26 pm

    yoo gery kereeeen reviewnyaaa

    • gRy
      Maret 8, 2009 pukul 7:37 pm

      oalah, jadi malu saya mas…
      wong review iseng-iseng dibilang bagus, Ge Er banged niy😛
      trimakasih sudah mampir mas’balibul😀

  2. Maret 8, 2009 pukul 8:52 am

    worthy buat ditonton..
    salam kenal juga😀

  3. Maret 8, 2009 pukul 10:05 pm

    Aku setujuh! Film ini terasa lama sekali.. Kurang adegan humornya..walopun banyak scene yang fresh dan beda dari film kebanyakan. Mungkin karena konflik yang sama diulang ulang terus kali ya.hehe..
    Tapi salut buat dika😀

    • gRy
      Maret 11, 2009 pukul 12:44 am

      weh, posting ini banyak dikunjungi celeb blog…jadi enak😛
      thanks pan sudah mampir dan berbagi comment

  4. enjieadnan
    Maret 16, 2009 pukul 10:10 am

    aku belom baca buku atau blog nya..

    tapi melihat antusiasme orang2..

    sepertinya menarik juga buat diperjuangkan untuk ditonton..*hehe..mau nonton aja pake berjuang..haha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: