Arsip

Archive for the ‘Lingkungan Hidup’ Category

Idul Fitri 1430H

September 20, 2009 1 komentar

Jika ada comment tak terbalas,
Jika ada posting yg menyinggung,
Jika ada maksud dari kata-kata yg salah,
Saya mohon dibukakan pintu maaf yg sebesar-besarnya…
Dihari yg suci ini dengan diiringi gema takbir trus berkumandang tiada henti, semoga kita semua dapat kembali Fitrah

Selamat IDUL FITRI 1430H
mohon maaf lahir & batin

*nb: hati-hati dijalan bagi para teman blogger yg pulang kekampung halamannya masing-masing & jangan lupa pulangnya bawa oleh-oleh ya?

Warna Dunia

Mei 14, 2009 25 komentar

Indah nian pemandangan pagi itu, dengan cuaca yg masih mendung karena malam harinya diguyur dengan hujan yg lumayan deras sehingga membuat saya tertidur cukup pulas.

Pagi itu sama seperti pagi-pagi biasanya, jalanan macet, semerawut karena banyak yg tidak disiplin dijalan, walaupun diatur dengan beberapa personel polantas dibeberapa ruas jalan titik kemacetan namun tetap saja tidak mengurangi macet dijalanan kota ini.

Namun pemandangan yg tidak biasa dan tidak sering terjadi muncul dipagi ini, sebuah pelangi.

Yup sebuah pelangi 😀

Sebuah fenomena alam yg jarang saya temui lagi belakangan ini, entah karena saya tidak terlalu sering memperhatikan atau memang seperti perkiraan saya, bahwa dampak dari global warming ini, maka fenomena alam yg seperti jadi jarang terjadi.

Melihat pelangi saya merasakan sebuah semangat hidup yg lebih beraneka warna, karena warnanya yg alami itu merefleksikan sebuah semangat yg beraneka ragam. Entah hanya efek psikologis, atau hanya kelebai-an saya semata… itu terserah tanggapan anda 😛

Tidak ada salahnya jika saya memotret pelangi ini.

keliatan kan pelanginya?

keliatan kan pelanginya?

Semoga saya masih akan terus melihat pelangi-pelangi lainnya di lain hari nanti.

Sekedar Pengingat

April 7, 2009 Tinggalkan komentar
Kesel banget dengan kelakuan para Caleg yg sampai saat ini masih tidak mematuhi peraturan dan janjinya sendiri untuk membersihkan semua attribut kampanye pada H-3 PEMILU LEGISLATIF. Belum apa-apa saja sudah tidak menepati janjinya sebagai orang yang berjanji yaitu “AKAN MEMBERSIHKAN BERBAGAI SEMUA ALAT KAMPANYE YANG MEREKA LETAKKAN DIMANAPUN”.

Sebenarnya saya sendiri agak resah dengan berbagai poster-poster aneh yang diletakkan para caleg-caleg itu yang notabene AMAT SANGAT MENGGANGU keindahan tata kota, maupun keindahan alam-alam sekitar dengan menempelkan poster-poster maupun spanduk atau apalah itu jenisnya di setiap space / spot yang ada, mulai dari : tiang listrik, pepohonan, tembok rumah orang, menara, warung-warung dan semua spot-spot yang memang mereka anggap “BISA” untuk dipandang orang.

Postingan ini ditulis saat PEMILU LEGISLATIF H-2 tapi masih ada saja alat-alat kampanye tersebut menempel di berbagai tempat, sedangkan KPU sendiri membuat peraturan batas waktu pembersihan alat-alat kampanye itu untuk para PARPOL maupun para caleg yang menempelkan dimana-mana utk membersihkannya pada saat PEMILU H-3. Mereka yang berjanji, mereka juga yang mendustai….cih

Besok saya akan posting foto-foto semua alat-alat kampanye tersebut yang masih menempel dengan indahnya ditempat-tempat yang dianggap para simpatisan PARPOL ataupun CALEG “terlihat indah” menurut mereka sehingga sayang untuk dilepas kembali.

Tunggu postingan saya selanjutnya.

TO BE CONTINUED….

Technorati Tags: , , , , , , ,

Berkendara Dengan Baik

Mei 13, 2008 Tinggalkan komentar
Well, tingkat mobilitas yang tinggi membuat seseorang lebih memilih naik kendaraan sendiri ketimbang naik kendaraan umum pada saat sekarang ini. Namun tentu dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada dari penggunaan kendaraan pribadi tersebut. Saya pribadi setia dengan kendaraan pribadi saya sehari-hari [baca:motor] dikarenakan memang saya tidak ingin berlama-lama dijalan, dan juga tidak tahan dengan kemacetan yang serasa sudah menjadi rutinitas juga di Jakarta.

Namun dikarenakan pengendara motor di Jakarta ini bukan hanya saya [ya iyalah], jadi intinya sekarang tetap sama saja, pada jam-jam tertentu tetap saja sama dengan pengendara mobil, terkena macet juga dan terlebih lagi sangat ‘berasa’ dampak dari asap kendaraan bermotor yang tidak jarang membuat saya merasa ingin muntah jika tetap berada dikemacetan yang sangat parah [bahkan sampai berjam-jam], jika sudah seperti itu saya lebih memilih menepi dan cari warung terdekat untuk berhenti atau sekedar menghirup udara segar walaupun hanya sedikit.

Ketika terkena macet yang SANGAT PARAH, mau tidak mau salah satu cara untuk menghindari kemacetan namun agar tetap harus sampai ditempat tujuan tepat waktu adalah dengan mencari jalan alternatif [baca:jalan tikus], yang tidak jarang jalan yang dilewati tersebut berupa jalan setapak atau hanya sebatas jalan yang dapat dilewati oleh 1 motor saja, yang sudah tentu melewati perumahan warga yang tidak jarang warga merasa terganggu dengan ‘mondar-mandirnya’ berbagai kendaraan bermotor yang lewat tersebut. Tadinya saya adalah orang yang ‘cuek’ ketika melewati perumahan-perumahan penduduk yang jalanan rumahnya terpaksa dijadikan jalan lain bagi pengendara motor yang tidak ingin terjebak dalam kemacetan, namun setelah sengaja blogwalking melihat tips-tips dari safetyfirst.blogdrive.com yang berisi berbagai tips berkendara dengan baik dan aman [baca:safety riding] saya jadi tidak enak hati sendiri 😛 setelah melihat tips “etika berkendara dijalan sempit” yang isinya seperti ini:

  1. ‘MUSUH’ UTAMA: ANAK-ANAK DAN PEMUDA
    Ingat lagu berjudul Gang Kelinci? Itulah gambaran ramainya anak-anak di pemukiman padat. Mereka belum bisa antisipasi bahaya, dan manuvernya tak bisa diprediksikan. Untuk itu, bikers mesti ekstra waspada.
    “Disarankan matikan mesin atau lebih baik turun dari motor. Itu menghindari risiko menabrak dan membuat warga marah besar,” jelas Anggono Iriawan, Chief Instruktur Safety Riding, PT Astra Honda Motor. Tak cuma anak-anak, banyaknya tongkrongan anak muda juga memicu masalah jika tersenggol! Di salah satu kampung di Bandung, tertulis papan gede di gang: “Hati-Hati, Banyak Anak Muda.” Hiii serem!
  2. SENYUM DONG!
    Ini penting banget! Di gang sempit, helm full-face disarankan dibuka. Kontak mata dan ekspresi wajah pengendara sangat menentukan. Tetap senyum dan berkomunikasi jadi andalan. Mereka akan nyaman jika rider bilang permisi sambil senyum. Kalau pakai helm dan lewat begitu saja, warga bisa mangkel dan potensi menyulut masalah.
  3. TERGANTUNG DAERAH
    Di Bandung, Jakarta dan beberapa daerah lain di Jawa Barat-Banten, kebanyakan masyarakat lebih fleksibel soal etika pengendara motor masuk gang. Masyarakat nggak peduli apa kita turun atau matikan mesin. Beda daerah, di Surabaya, Jawa Timur dan beberapa wilayah di Jogja, mesin motor mesti mati. Itu jelas ada papan pengumuman pas di gang masuk.
  4. PERHATIKAN KONDISI MOTOR
    Introspeksi diri dan motor sangat penting. Motor gede dan yang ogah langsam hindari masuk gang sempit. Memaksa masuk, kemungkinan menyenggol bakal besar. Motor nggak langsam membuat pengendara terus memainkan gas. Suara mesin berisik. Jelas menganggu kenyamanan PS alias pemuda setempat.


Langsung saya merasa tidak enak hati yang lebih sering mengabaikan ‘etika’ tersebut, terlebih lagi dengan suara motor saya yang tidak beda dengan ‘kaleng rombeng’…
Mudah-mudahan ada yang membaca artikel ini dan bersama saya nantinya akan lebih mementingkan etika daripada ego pribadi ketika berkendara.

Go Safety Riding……